Afiani Gobel
PENA CINTA.. Ketika MATA JIWA Menangkap MAKNA SEMESTA
You are here : Afiani Gobel » Archives for August 2010
‘Berbagi’, Pelajaran Hari Ini
Empatbelas Ramadhan
Pernah tidak bermain games yang judulnya ‘tanah beracun’ atau mungkin ada sebutan lainnya ya..? Mungkin ada. Permainannya ini menggunakan beberapa Koran atau alas tempat menginjak, yang jumlahnya lebih satu dari peserta yang ikut dalam permainan. Misalnya ada lima anggota dalam satu regu. Maka, diperlukan enam alas tempat menginjak. ... Read More
No Comments
Ramadhan 13
Tigabelas Ramadhan
Wah.. wah.. wah.. tigabelas..?? Hiiiiiiiiiiiiiyyy.. hehe.
Apa yang terpikirkan..? Sebaiknya tak usah berpikir. (Haa?? Ga usah berpikir..??) Ya iyalaaaaah. Kan kalau tidak bisa berkata baik, maka diam. Jadi, kalau tidak bisa berpikir positif, maka tak usah berpikir. Hehe.
Soalnya, tigabelas tu angka yang ditakuti oleh para pesimis. Di hindari oleh para ... Read More
No Comments
Rizki.. Oh Rizki..
Duabelas Ramadhan
Baru saja membaca sebuah catatan yang sederhana. Tapi, sanggup membuatku terharu biru. Hu hu hu. Sedangkan, ceritanya bukan tentang kesedihan, bukan tentang sesuatu yang tragis. Bukan begitu.. Sungguh, yang terasa saat membacanya adalah, syahdu. Meskipun.. ngebuuuut. (maksud.. maksud..?? fokus euy) ^_^ Catatan seseorang yang dulu pernah aku kagumi, secara ... Read More
1 Comments
Kompetensi Hidup
Sebelas Ramadhan
Selama ini, pun bulan ramadhan. Biasanya kalau di sekolah. Bu guru, mungkin bisa bersenang-senang dan bergembira dengan teman-teman kecilnya di sekolah. Seakan sekolah dan dunia luar adalah dua dunia yang berbeda, meski letaknya di tempat yang sama. Cukup ditenggelamkan oleh keriuhan penuh ceria, yang disebabkan suara-suara canda tawa ... Read More
2 Comments
Ramadhan Sepenuh Hati
Sepuluh Ramadhan
Mari membicarakan prioritas.
Kala kita memiliki banyak hal untuk kita lakukan. Maka ada hal-hal penting yang mesti kita perhatikan. Kadang diriku bingung. Aspek apa yang perlu diperhitungkan. Bahkan, dari sekedar dua pilihan, hadirlah banyak persoalan di antara keduanya. Penting-tidak penting-kurang penting. Bermanfaat-tidak bermanfaat-kurang bermanfaat. Perlu-tidak perlu-kurang perlu, juga yang lainnya. ... Read More
2 Comments
Bukan Laa Tahzan.. Tapi Laa Tansaa..
Sembilan Ramadhan
Hari ini, teringat peristiwa kemarin.
Setelah sehari sebelumnya, menerima sms dari seorang akhwat. Griya Qur’an: Tahsin, bersama ustadzah Ruqayyah, dari Arab Saudi. Di Masjid Al Rahmah, komp. Sepinggan Pratama.
Bergejolak rasa, sejak membacanya. Hingga gelap bergulir, tak sabar rasanya menanti esok. Bergema selalu asal dari ustadzah tersebut. Arab.. Arab.. Arab.. Arab.. ... Read More
No Comments
Si Kecil Mungil
Delapan Ramadhan
Telah menceritakan ini, di hadapan teman-teman kecilku di kelas Laksamana Cheng Ho. Sebenarnya ada lanjutannya. Namun, kisahnya dengan hikmah yang sama. Semoga bermanfaat.
*****@*****
Di tepi sebuah hutan, hiduplah seorang pemuda. Pemuda yang istimewa. Namanya, si Kecil Mungil. Disebut seperti itu, karena tubuhnya yang kecil mungil. Kaki yang kecil mungil. Tangan ... Read More
6 Comments
Sukses, Kala Sendiri
Tujuh Ramadhan
Pendakian menuju kebaikan itu, bukan hanya lurus, kemudian sampai di puncak dengan sejuta rasa sukses, sangat mulus. Tentu ada kenangan paling indah selama perjalanan melalui lereng-lerengnya, mengitari sebuah bagian yang tak mungkin dilalui. Terjatuh, karena tersandung akr-akar pohon nan besar, yang ada di sepanjang setapak-setapak itu. Sesekali terjerembab, menginjak ... Read More
No Comments
Paman Tersayang.. Paman Yang Malang
Enam Ramadhan
Ketika dakwah terang-terangan dimulai. Rasuulullaah mengumpulkan semua kerabatnya. Karena telah datang perintah kepada manusia mulia itu berupa wahyu,
”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat.” (QS Asy Syu’ara:214)
Diundanglah kerabat beliau, yang kemudian hadir atas undangan itu empat puluh lima orang. Namun, sebelum beliau sempat berkata, bicaralah Abu Lahab,
“… Jika engkau ... Read More
No Comments
Bisik-Bisik Tetangga (Ups Salah) Bisik-Bisik Syaithan
Lima Ramadhan
Terbangun oleh alarm HP yang menyenandungkan Asma’ul Husna. Sang kelana iman, lega bisa terbangun. Ia sangat khawatir akan terlewat waktu-waktu tepat untuk bermunajat. Badannya segar, meski tidur sedikit. Berkualitas, insyaa Allaah. Semoga Allaah ridha.
Menuruni tangga menuju pancuran wudhu. Melewati kamar-kamar keluarganya yang belum terbangun
Weits.. keren kali kau. Bangun lebih ... Read More
No Comments















