Sejak ingin menuliskan artikel ini. Selalu terkenang ’kejujuran’ku di dunia maya. Pertamakali menyelami samudra google.. selat yahoo.. lautan ke-maya-an yang terhampar di layar inchi. Aku selalu memperkenalkan diriku dengan data-data yang lengkap dan secara tepat aku masukkan di kolom-kolom registrasi tanpa rasa curiga. Hehe.. Setiap mengenangnya pula.. senyuman muncul di wajahku. Sedikit kecewa dengan ’kebodohanku’.
Sekarang.. atas nama cinta kepada setiap nama yang selalu hadir dalam hari-hariku. Di dunia nyata ataupun maya. Kepada saudariku, teman-teman perempuanku, dan adik-adikku. Artikel ini, tidak dibuat untuk menghakimi atau menyalahkan. Namun, ingin menuliskan sebuah goresan pena cinta, untuk menyentuh setiap rasamu. Dimana aku meyakini satu hal dari artikel ini. Bahwa keindahan kita, adalah sangat berharga. Keberhargaannya lebih dari berlian manapun di muka bumi ini. Sehingga keindahan itu, sudah semestinya mendapatkan perlindungan, lebih dari pada sebutir berlian afrika, yang demi-nya bertaruh jiwa dan raga.
Teringat sebuah foto profil FB-ku yang aku edit (duluuuuuuuuuu). Di foto itu, sungguh sangat menggambarkan diriku yang sebenarnya (ceria) Insyaa Allaah. Datanglah beberapa komentar saat itu. Menyebutku ”cantik”. Sebutan yang tidak pernah aku dapatkan di dunia nyata.
Satu lagi, foto profilku yang lain. Sedang berpose di antara dedaunan. ”Foto unik”, begitu kata seorang teman di friendlist-ku. Hufft.. semakin berat saja menanggung anugrah. Karena setiap pertambahannya.. maka bertambah pula amanah untuk dijaga. Benar kan..??
Begitulah, berbulan-bulan aku perhatikan fenomena foto-foto itu. Fotoku dan gambar-gambar wajah kalian. Semakin hari aku perhatikan, semakin cantik dan manis saja senyum itu. Beberapa, bahkan mulai berpose dengan gaya foto model nan menawan. Meski aku yakin, kalian tak bermaksud menarik perhatian. Hanya ingin tampil seindah mungkin..?? Begitulah.. Dan pelan tapi pasti, keindahan itu semakin tak terlindungi. Maka akhirnya aku mengambil kesimpulan, tak seharusnya ‘keindahan’ itu di gelar di sana-sini.
Itu mungkin salah satu alasannya. Hingga aku temukan hal lain yang memantapkannya.. Ketika teringat sebuah perintah, untuk menjaga pandangan. Bukankah itu perintah bagi kita..?? Satu hal lagi yang aku mengerti, jika kita telah berusaha menjaga pandangan kita. Lalu mengapa kita suguhkan sesuatu yang akhirnya membuat orang lain tak menjaga pandangannya. Karena, apapun yang terpampang di layar inchi ini, tidaklah sulit untuk diakses oleh siapapun.
Lalu, muncullah bantahan ini.. (mungkin begini bunyinya)
”Kayaknya tergantung kitanya deh. Soalnya gambar diri kan bisa muncul di mana aja. TV, koran, majalah dan lain-lain. Banyak yang bisa melihatnya. Kecuali, there is no technology..?? Kembali ke zaman baheula..??”
Satu lagi..
”Kalau ingin menjaga pandangan, ya nggak usah ke dunia maya. Ke sekolah, nggak usah juga. Di buku sekolah kan banyak gambar-gambar wajah juga. Buku-buku bacaan kita juga ada foto-foto pengarangnya. Kalau gitu, tutup mata terus aja.”
Hmm.. ada hal yang tak bisa dicegah karena memang sudah sepantasnya. Sudah seperlunya. Menjadi kebutuhan dan persyaratan, hingga sampai suatu kebaikan. Maka untuk yang seperti itu, adalah sesuatu yang boleh saja. Misalnya, dia memang seorang pemimpin, yang mesti dikenal oleh rakyatnya. Seorang penulis terkenal, demi menunjukkan identitasnya. Menurutku juga, enaknya sih hanya terpampang di buku yang telah ditulisnya, dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya.
Ada memang, hal yang di luar kontrol kita. Seperti yang satu ini..
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat(Berpandangan secara maksiat) dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Al-Mu’min:19)
Pernah kubaca juga sebuah komentar pada sebuah artikel yang mengatakan bahwa, saat ini, ada orang-orang yang sangat tidak bertanggung jawab yang memang dengan sengaja, memilih foto wanita-wanita berjilbab, untuk direkayasa.
Tak sanggup rasanya membayangkan, keindahan yang tanpa maksud ingin kau tunjukkan. Disalahgunakan oleh seseorang di luar sana untuk bersenang-senang dengan keisengan mereka. Sungguh tak sanggup.. T_T
Satu kalimat penutup dariku.. setelah bercerita panjang lebar dengan penaku..
Saudariku..
”INI DUNIA MAYA. FOTO SIAPA SAJA. BISA JADI APA SAJA.”
*The Power of ‘Pengalaman’
Related posts:







dua kata: Like This!
mari terus berjuang untuk saling menyadarkan, saudariku. B)
very nice !
dunia nyata ama dunia maya emang dua sisi yang berbeda, dan terkadang kita mencoba berjalan bersama di keduanya. namun ada hal yang sama, yaitu tipu dayanya !
Lana> Insyaa Allah Lana.. makasih atas support-nya.. ^^
Aditia> Alhamdulillaah..
Tepat.. keduanya memiliki pesona.. yang membuatnya berbeda pengaruh terhadap setiap kehidupan.. adalah manusianya.. semoga tak terlibat dalam Kejahilan cinta itu (cinta dunia)
Syukran..
ya meninggalkan jejak di dunia maya, memang memiliki resiko yang tinggi.
Tapi gak setuju juga jika harus menutup diri…
Jadi pilih pergunakan sewajarnya saja, tergantung kebutuhan gitu….
sesuatu yg fanatik atau extrem berlanjut pada ketidakstabilan tatanan kehidupan
fanatik ilaa Allah its beautiful live
but for living…we must be creative…think smart n benefit for after here ^_^
Agito> boleh juga..
Budi> Tulisan ini.. jadi.. setelah banyak mengamati.. dan berpikir2 panjang pak guru.. dan dengan beberapa masukan dr teman.. kemudian meyakininya sebagai sesuatu yg insyaa Allaah.. semoga banyak manfaat dr pada mudharatnya.. Wallaahua’lam..
Contoh pengalaman seorang saudari (diantara banyak kejadian lain):
Innalillah….banyak musibah mengintai rupanya disekeliling wanita, jika kita tak menjaga hijab…afwan ukhti ana pernah mengupload foto2 sendiri beberapa bulan yang lalu, tetapi kemuadian ada yang mengambil untuk kepentingan pribadi dari sejak saat itu ana DILARANG oleh suami mengupload foto sendiri kecuali Foto bersama teman2,anak2 n suami seperti yang ada sekarang…semoga semua menjadi pelajaran yang berharga khususnya buatku
) jazakillahkhair dah di ingatkan:))
Sekali lagi.. tak bermaksud menyalahkan.. hanya menyampaikan.. bukan meng-ekstrimkan diri.. (^_^)
ya minimal pasang foto kucing lucu kek (kan sunah nabi suka kucing dan senyum is sedekah) hehe ngelantur ^_^ …??
Budi> Insyaa Allaah pak guru.. ^^
Hey! Our organization are needing for near future freelance writers, could you be intrigued? This in turn might not allow you wealthy sadly there is an intriguing salary and if you incredibly appreciate article writing then this in turn gig is for you.