Alhamdulillaah.. telah berhasil menyeimbangkan diri. Antara ‘dumay’ dan ‘dunyat’. Ngrusuh di FB jalan, ngurusi skripsi juga jalan. Hehee..
Hampir dua bulan memang masih sibuk dengan urusan skripsi. Kalau tugas akhir kami di FKIP Prodi PAUD, namanya PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian yang memaparkan tentang cara meningkatkan mutu mengajar guru dan mengatasi masalah-masalah perkembangan yang terjadi pada anak. Rasanya seperti dijebloskan ke sebuah zona antah berantah.
Kerja meneliti itu, ternyata kerja otak kiri. Sistematis dan rumit abis.
Belum terbiasa dengan alurnya yang seperti gelombang runcing. Sementara menukik, tiba-tiba kemudian mendaki curam. Sedangkan aku biasa bermain di gelombang yang melengkung manis dan halus. Kata orang siih, otak kanan. Yaaah.. apa kata orang sajalah. Yang penting, begitulah diriku. Baru BAB I sudah mesti sibuk memperhatikan EYD. Hadoooh.. hadoooh. Kan diriku hampir nggak pernah mikirin si EYD itu. Maklum diriku bukan orang yang sedang mencari sesuatu yang ‘disempurnakan’.. tapi, lebih kepada yang mau terus belajar dan bersama saling menyempurnakan. (lho..? apaan siih..?) *ngabur dari alur*
Bimbingan pertama aku maju bersama 5 empat temanku yang lain. Mulai jam lima sore sudah hadir di kampus. Ketika Pak Dosen datang, mulailah beliau membimbing kami satu persatu. Sambil mendengarkan kritik dan saran yang disampaikan dosen kepada teman kami. Aku menunggu. Usai shalat maghrib, seorang teman, maju karena dipanggil pak dosen. Selanjutnya, seorang lagi maju untuk dibimbing, karena ia sedang hamil dan harus pulang lebih cepat. Setelah itu, teman satunya bilang, “Saya duluan ya bu.” Aku Cuma mengangguk saja. Hingga tibalah giliranku. Tapi pak Dosen tiba-tiba berkata, “Sekarang mata kuliah saya. Saya mesti ngajar. Nanti lagi ya.” Ohohoooo.. pulang dengan perasaan ‘entah’. Hingga hasilnya adalah.. INI..!! (PTK-ku yang bersih)
Lembar-lembar putih itu membuatku bingung. Bagian mana yang salah dalam PTK-ku. Akhirnya, mengadobsi masukan dosen terhadap PTK teman-temanku yang sudah aku catat. Lumayanlah. Anggap saja sudah dapat bimbingan.
Pekan selanjutnya, kami kembali datang untuk bimbingan. Setelah dua temanku yang memang akan duluan ujian PTK maju. (Kalau diriku kan baru mau ujian proposal) Aku segera maju mendahului temanku yang tersisa. Iya doong, kemarin kan aku nggak sempat bimbingan, jadi sekarang aku yang pertama. (iiiisssh.. peraturan siapa itu) ^______^
Dengan yakin, aku maju ke depan pak dosen.
“Ini jangan gini..”, SREK..!! menatap kertas bersihku itu ditambahi dengan garis hitam yang tak nyaman dipandang.
“Ini kok begitu.”, SROOK..!! Huwaaaaa.. apaan siih pak.
“Harusnya nggak begono.”, SRUK..!!
“Mestinya begini.”, SROK.. SRUK.. SREK..!!
“Selanjutnya..”, aku pun menerima lembaran-lembaran putih yang telah banyak coretan itu.
Kuperhatikan coretan itu.. satu demi satu.
“Ooo.. Ooo.. Ooo..” banyak nian salahku. Berarti ini begini, itu begitu, inu begono.
Alhamdulillaah.. salah banyak. ^_______^
Jadi tau.. hikmah.
*Seringkali.. kita terlambat mengenali hal terang di balik kegelapan*
Ini.. ide-nya apaa.. yang ditulis apaa..
Ya sudahlah.. ^^
Related posts:







