Dari mataku
Pada satu sudut tanah yang diberkahi
Di mana tumbuh sejuta hidup
Yang terbunuh satu demi satu dengan paksa
Telah tumpah bergenang lara yang serupa
Meski tak sama dengan yang melanda jiwamu
Dimanakah kedamaian
Ketika si kecil menutup mata
Dalam pelukan ibunda
Pun ketakutan tetap merajai
Menggigil entah dingin angin
Atau hadir dari kekhawatiran
Atas bisingnya bebunyian malam
Bukan jangkrik.. tapi hujan rudal
Dimanakah kedamaian
Saat sang dara melangkah di jalanan
Ke sekolah, ke pasar, ataukah menemani sang ibu
Pun waspada resah melalui jalan-jalan sepi
Teringat kisah shahabatnya yang diculik
Ditemukan dalam keadaan menyedihkan
Merobek setiap rasa hingga buncahan pedih bergelora
Di manakah kedamaian
Sewaktu pemuda-pemuda dikumpulkan di lapangan
Didorong, bahkan mendaratlah popor senapan di wajahnya
Sealiran darah mengucur menyentuh dagu
Lalu ditutuplah mata-mata mereka
Dan diiringi pangggilan ibunda
Tubuh-tubuh gagah itu
Ditembus ratusan peluru
Di manakah kedamaian
Kala kami hanya sanggup melihat wajah-wajah cahaya
Menangis menduka
Palestina
Berlembar-lembar do’a untuk kehidupanmu
Berjuta-juta hiba demi bahagiamu
Biar mereka.. karyakan kebisingan benci di udaramu.. hiruplah
Biarkan mereka.. kirimkan polusi kehinaan di langitmu.. tatap sajalah
Di manakah kedamaian..??
Ku pinta kedamaian itu.. hadir di jiwamu
Lalu.. Simpanlah kedamaian itu di hatimu
Tempat di mana ketenangan bersemayam
Di Palestina sayang..
Related posts:






