Salam Para dewasa.. apa kabar USIA DINI kita.. semoga memasuki hari-hari baru mereka dengan bersemangat dan ceria. Amiin
Taken from my new days.. Tahun ajaran baru.. Kubicarakan di sini.. dengan pena hati..
*****@ *****
Senin, 12 Juli 2010
Hari ini senang sekali. Bisa melihat wajah-wajah baru yang ceria. Menemukan mainan-mainan outdoor, yang mungkin sebagian besar tidak memilikinya di rumah. Mereka bereksplorasi dengan benda-benda besar itu. Memanjat, bergantung, berayun, meluncur, berputar. Pengalaman pertama bagi beberapa di antara mereka, tampaknya menjadi hal yang sangat menyenangkan hari itu. Saat masuk kedalam kelas pun, hari pertama tidaklah seheboh tahun-tahun sebelumnya. Tampaknya, mereka sudah mencapai tahap kematangan pada usia yang tepat. Sehingga mulai mandiri dan mampu beradabtasi dengan baik.
Selasa, 13 Juli 2010-07-16
Mmmm.. para guru sudah memiliki keyakinan bahwa USIA DINI kami sudah siap menghadapi hari-hari sekolah tanpa ayah dan bunda di sisi mereka. Demi melihat pengalaman hari pertama. Maka, kami tidak terlalu mengkhawatirkan, bahwa akan muncul jeritan-jeritan yang akan memanggil mama, ibu, ummi ayah, papa atau yang lainnya. Tahun-tahun sebelumnya, teriakan-teriakan akan lebih banyak muncul dari kelas kecil,’A’. Ternyata, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada jumlah USIA DINI dari yang sekedar mewek sampai yang histeris berguling-guling. Dari yang hanya memandangi wajah bu guru yang menghalanginya bertemu bunda dan ayahnya, sampai yang meninju, menendang, memukul dan memaki bu guru.
Hmm.. ada asap tentu ada api ya..
Mencoba mengumpulkan kepingan memory yang tak tercatat rapi. Akhirnya, berusaha memetik bunga-bunga ilmunya. Penyebab anak tak mau ditinggal saat hari pertama sekolah.
1. Karena memang tidak siap
Bisa jadi usia kematangannya yang belum siap. Sehingga USIA DINI memang belum mampu menerima perubahan drastis.
*Mungkin ada ayah bunda yang menginginkan anaknya untuk segera bersekolah. Saran saja. Untuk anak usia 0-2 tahun, masukkan babyscholl. Saat usianya 2-4 tahun, playgrup adalah pilihan yang tepat. Memasuki 4 tahun, barulah masukkan ia di TK. Namun, kematangan juga tidak dilihat dari usia anak. Maka perlu kecermatan ayah bunda untuk mengamatinya.
2. Karena memang tidak disiapkan
Ini terjadi pada USIA DINI yang memang belum diberi gambaran oleh ayah bundanya mengenai kondisi sekolah. Tentu saja, memerlukan penjelasan yang sederhana dan tidak melukiskan hal-hal yang menyeramkan bagi anak. Pula dengan bahasa yang tepat.
*Berilah gambaran mengenai waktunya, bahwa sekolah hanya sementara, dan setelah itu, bisa bertemu lagi dengan ayah bunda. Mengenai gurunya. Bahwa ada seseorang yang akan menggantikan sementara ayah bunda untuk menjaga mereka di sekolah. Sama penyayangnya seperti ayah bunda. Pula tentang mainan yang mungkin ada yang belum mereka miliki. Juga tentang teman-teman yang lebih banyak dari pada di rumah. Serta apa manfaat yang akan didapatkan anak jika bersekolah.
3. Karena hari pertama bertemu dengan sesuatu yang tidak nyaman.
Di dalam kelas, tentu ada teman yang memang sangat pemberani atau memperlakukan anak dengan tidak baik. (ex: mencubit) hal-hal seperti ini, tentu ada yang tidak terlihat oleh bu guru, dan bisa jadi saat ditanya oleh bu guru, anak takut untuk mengadukannya.
*Tanyakanlah pengalamannya di sekolah. Selain mengetahui kejadian2 yang dialaminya, juga melatih anak menyampaikan sebuah peristiwa. Tanyakan juga perasaannya selama berda di sekolah.
4. Karena melihat teman yang ditemani ayah bundanya
Beberapa anak pada awalnya telah siap dan mandiri. Sehingga tidak menjadi masalah jika ditinggalkan oleh ayah bundanya. Masalah akan muncul, ketika anak melihat seorang teman yang menurut pandangan anak, adalah merupakan keistimewaan jika bisa berada di sekolah dengan ditemani oleh ayah bundanya. Maka anak akan lebih suka, jika bersama ayah bundanya. Hayoo ayah bunda.. tinggalkan anaknya di sekolah dengan yakin. Kasihan jika membawa pengaruh kepada teman2 yang lain. Lagi pula, semakin cepat ditinggalkan, anak akan semakin cepat menerima perubahan. Bahwa semua ada waktunya, di sekolah bersama guru dan di rumah bersama ayah bundanya.
*Tenangkan hati ayah bunda saat meninggalkan anak. Hilangkan perasaan tidak percaya atas kesiapan anak kita. Adakalanya, anak sudah siap, namun ikatan emosi yang cukup kuat, dalam kondisi ini, menyebabkan kegelisahan yang sama di hati ananda.
Wallaahua’lam..
*****@*****
Mungkin masih banyak lagi penyebab anak menangis di sekolah baru mereka. Karena lingkungan baru adalah zona tak nyaman yang dimasuki oleh anak dengan perasaan campur aduk. Antara antusias dengan pengalaman baru dan kekhawatiran saat berjauhan dengan objek lekat mereka (ayah dan bunda)
Tunjukkan sayang dengan perhatian. Lepaskan tangan dengan kerelaan. Izinkan kami menjaga mereka dengan cinta..
Wassalam
*Tetap sayangi USIA DINI yaa.. ^_^
Related posts:








