Huuuuffft.. Emosi memuncak.
Marah kepada kamu, setiap lelaki yang berani-beraninya memanfaatkan dunia maya untuk bermain-main dengan hati wanita. Bertopeng manis dengan seribu senyum palsu.
Kuperhatikan latar belakangmu. Aku curi tau dari mana dirimu. Kamu bukannya seorang preman yang biasa mangkal di parkiran pasar atau duduk-duduk nongkrong di depan gang, lalu mengganggu setiap wanita yang lewat. Kamu juga bukan seorang artis yang berlabel playboy atau apapun yang membuatmu menjadi ‘pantas’ jika berlaku seperti itu. Kamu ternyata seorang laki-laki yang selalu bicara tentang kebaikan. Setiap perbuatan menurutmu perlu berbasis pada kebenaran. Itu yang terbaca pada topeng maya-mu.
Kemudian datanglah ‘pengaduan’ itu padaku. Entah mengapa mesti kepada diriku. Sedangkan aku tak sanggup memberikan solusi, kecuali yang meredupkan emosi. Nyatanya, emosi itu malah beralih tuk memanfaatkanku.
Yaaaa.. KAMU !!
Kamulah itu. Lelaki yang kemarin penuh perhatian pada wanita-wanita yang kau kenal di dunia mini berukuran inchi. Setiap keluhannya, kau sirami dengan sejuk motivasi. Lalu kalimat berbunga bertabur puja dan puji. Sekali kau begitu, maka kau telah mengganggu satu hati yang telah lama tak tersentuh. Kau mengusiknya dari ketenangan yang sebelumnya terpelihara. Lalu merona merah dan tersipu-sipu, tereru. Huwaaaah. Ingin sekali melempari monitorku dengan batu. Setiap kali melihatmu wira-wiri di berandaku.
Betuuull.. Itu KAMU !!
Yang tiba-tibahadir di inbox HP-nya. Entah kau dapat dari mana nomor itu. Atau kau minta dengan sedikit memaksa. Atau dengan halus dan beralasan ria. Akhirnya, kau hadir di ‘ruang’ paling pribadi. Begitulah menurutku. HP itu ruang paling pribadi yang tak seharusnya kau hadirkan di sana berbagai bentuk ‘coba-coba’. Yap.. coba-coba. Begitu kata seorang kakak. Lelaki itu kebanyakan ga berani. Sekedar iseng, coba-coba berhadiah. Kalau berhasil, syukur. Ga berhasil, cari yang lain. Huuft. Kukira, lelaki sepertimu tidak begitu. Ternyata..
See.. memang KAMU !!
Kemarin kau berani panggil dia adek, dinda, atau panggilan aneh lainnya. Saat itu aku yakin, hatimu juga terusik oleh kebersamaan. Kemudian kau mulai nyaman dan menikmatinya manisnya TTM, Teman Tapi Maksiyat..???
Pengecut..
Siapa..?? Ya KAMU !!
Berani berakrab-akrab, berteman dekat, menggelitik rasa. Namun, tak sanggup memperjuangkannya hingga ke pelaminan. Kalah oleh dunia yang menudingmu lalu kau bersikap, seolah tak bersalah, dan saudarikulah yang salah. Lalu kau berbahagia dengan yg lain dan tiba-tiba menghilang tanpa bekas.
Saudariku.. berhati-hatilah dengan orang semacam dia ini. Dia Cuma pejuang cinta yang kesiangan. Hampir gagal dengan kesejatian.
Siapa..??
KAMUUU..!! >_<
Jika saat ini kau menyesal, menadahlah ke langit. Lalu bersimpuhlah di depan pemilik hati yang telah kau nodai. Meski ini, kesalahan pada dua sisi. Jika tak menyesal..
Iiiiiissshh.. semoga permainanmu adalah batu-batu pemberat bagi timbangan keburukanmu.
Aku SEBEEEEEL Sama Situ. Soalnya, Situ Sering Senyum-Senyum Sama Saudariku. Sekarang, Situ Sedang Senang-Senang. Sedangkan Saudariku Seharian, Sepekanan, Sebulanan, Sesenggukan. Sepengecut-pengecutnya Seseorang, Situlah Juaranya.. Ssssssssssssssssssssssssssssss.. capek aku, menyebut KAMU.
Related posts:






