Yaa Allaah.. sampaikan satu kata pada cinta
Bahwa aku punya rasa.. bernama cinta
Maka sampaikan pada dia.. aku menanti cinta
Datang pada episode rasa
Hanya saja.. dia perlu tau satu harta
Ialah.. CINTA
yang menyebabkannya jatuh cinta
yang memberinya rasa cinta.
yang mengukirkan cinta di sekeliling hidupnya
Yaitu Kau, Sang Maha Cinta
dulu.. hari ini.. dan di masa nanti
Katakan pula pada cinta
Untuk tetap memelihara diri
Menjaga hati
Bertutur suci dan lurus gerak diri
Agar kami temu.. dalam cinta yang sebenar-benar cinta
Katakan pada cinta
Makin aku memerlukannya
Karena peradaban kian gelap
Dan pelitaku.. pernah kutitipkan padanya
Semoga cinta tak lupakan
Karena cahaya itu.. kupesankan untuk dipelihara
Dulu..
Sejak Engkau tetapkan dari tulang rusuk cinta
aku harus tercipta
Katakan padanya
Cukup rindu kutanam dalam
Hingga ia datang dalam takdir pertemuan
Namun.. Yaa Rabb-ku..
Bolehkah kuminta pada-Mu
Untuk datangkannya
Meski tanpa kereta kencana
Dan tanpa alamat istana
Bila KAU mengutus cinta untuk menjemputku
Bekali ia ‘kekuatan iman’
Demi menemani fluktuasiku
Bawakan ia taqwa
Demi menemani kembang kempis ibadahku
Beri ia ‘gagah’
Demi menemani melankolisku
Lengkapi ia dengan peta surga
Demi membawaku kesana
Yaa Qahhar
Paksakan cinta untuk datang tanpa terpaksa
Yaa Waduud
Penuhi keranjang hidupnya dengan cinta
Yaa Hamiid
Hiasi ia dengan terpuji
Yaa Fattah
Bukakanlah baginya pintu terbaik
Yang kan mengantarnya untuk menemukanku.. SEGERA..
Demi
Related posts:







wuih byk nian keinginannya ..^_^
hallooo para pangeran ada sayembara nih hihi
Allaah punya segala.. jadi.. bisa minta sebanyak-banyaknya..
Sayembara ini.. terbuka hanya untuk.. cinta.. hehe
dan sayangnya manusia bukan makhluk sempurna
Allah hanya menciptakan Rasulullah sesempurna ciptaan-Nya
wadah /awiyah bg Allah mencerminkan Sifat2-Nya
semakin byk meminta maka semakin byk kecewa
karnanya sahabat Umar pun menangis berdoa agar menjadi org yg “sedikit”
siapakah org yg sedikit itu?
Ya ga kaya Rasulullaah dong pak guru..
Tapi kan memang perlu hal-hal di atas.. dia mesti beriman (imannya manusia meskipun tak seperti beliau) Taqwanya manusia (meski tak seperti beliau) dan lain-lain (meski kelasnya ga sama dengan beliau yang maksum)
Permintaan (do’a) itu kan menyertai usaha dan disertai tawakkal pak guru.. usaha untuk pantas mendapatkan yang beriman, bertaqwa dengan segala kelebihannya. Kemudian tawakkal dapatnya kan kadang yang maksudnya tepat oleh Allaah tapi tidak menurut kita. Nah kalau dah gitu gimana manusianya aja. Mau bersyukur ga.. atau mau bersabar ga??
Siapa tuh orang yang ‘sedikit’ yang dimaksud??