Keajaiban Gerakan
Aku seorang guru di sebuah TKIT di Balikpapan. Seperti judul sebuah buku yang pernah ku baca. Sebenarnya aku “Tak Sengaja Jadi Guru”. Setelah melalui masa percobaan selama tiga bulan, ternyata aku langsung diangkat jadi guru tetap. Menjalani hari-hari menjadi guru, dapat banyak belajar dari pengalaman yang tidak ada habis-habisnya dari hari ke hari. Tahun demi tahun terlalui, bertemu dengan murid-murid yang memiliki keunikan-keunikan tersendiri.
Di tiga tahun pertama, agak kesulitan memberikan pengetahuan kepada murid-murid dengan kecerdasan kinestetik, mengenai urutan-urutan. Contohnya seperti metamorfosa dan pertumbuhan biji. Dan ditahun ke empat, memiliki tiga murid dengan kecerdasan ini yang sangat menonjol. Dan Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan untuk berdiskusi dengan seorang teman yang juga secara tak sengaja jadi guru. Bedanya, dia langsung jadi kepala sekolah. Teman ini suka sekali bagi-bagi informasi tentang pendidikan dari internet. Suatu hari, dia memberikan sebuah kertas fotokopi berisi tulisan mengenai anak-anak di Iran yang dapat menghafal Al qur’an dengan cepat melalui gerakan-gerakan. Ting tong ! Otakku segera bekerja, masuk ke zona gerak. Aku mulai membuat gerakan-gerakan yang aku harap bisa membuat ketiga muridku mudah memahami dan memiliki pengetahuan yang sama dengan teman-temannya yang lain, mengenai urutan.
Benar-benar sebuah keajaiban gerakan yang sudah diilhamkan Allah kepada manusia. Aku sudah tidak perlu lagi mengulang-ulang hafalan mengenai urutan. Cukup dengan gerakan-gerakan yang sudah aku atur sedemikian rupa, murid-muridku bisa belajar dengan gembira, dan dengan mudah menghafal urutan. Ketiga muridku itu, benar-benar hasil nyata dari keajaiban gerakan. Sekarang mereka sudah bisa menghafal urutan kejadian kupu-kupu, Nama-nama planet, Fungsi atmosfer, pertumbuhan biji, alat pencernaan, 4 arah mata angin, 7 keajaiban dunia, dll. Sungguh Allah akan memberi petunjuk pada yang dikehendakinya. Subhanallah. . . . . . sungguh luas Ilmu Allah. Sangat sangat luas.

*Pun di tahun berikutnya… saya menggunakannya untuk membantu mereka menghafal Al Qur’an, Hadits dan do’a-do’a harian… hasilnya… LUAR BIASA… Subhaanallaah…
**Kisah di atas… adalah pengalaman di kelas kepompong kami… Karena banyak teman yang menanyakan metode Keajaiban Gerakan… Maka inilah dua contohnya… Semoga bermanfaat…
Contoh2 Keajaiban Gerakan
*Menghafal Metamorfosa

~Kupu-kupu… (Menyatukan dua telapak tangan yang dibuka seperti burung, dengan mempertemukan dua ibu jari)
~Bertelur di daun… (Telapak tangan kiri menghadap ke atas, letakkan tangan kanan yang tergenggam di atasnya. Lakukan di depan dada)
~Menetas… (Buka genggaman tangan kanan, dengan tetap berada di atas tangan kiri)
~Keluar Larva… (Gerakkan jari telunjuk tangan kanan di atas telapak tangan kiri)
~Membungkus diri… (Tanpa tangan kiri. Genggam kembali tangan kanan dengan meletakkan jari telunjuk dalam genggaman.)
~Jadi kepompong… (Ulurkan tangan kiri ke depan… seperti orang meninju… Kemudian genggaman tangan kanan tadi ditempelkan di bawah tangan kiri… seperti kepompong yang bergantung di ranting)
~Dirobek… (Buka genggaman tangan kanan dengan perlahan)
~Keluar kupu-kupu… (Gerakan sama dengan gerakan pertama)
*Menghafal hadits…

Laa Taghdob… walakal jannah… (Jangan marah bagimu surga)
Laa… (Lambaian tangan dengan tapak tangan terbuka… tanda larangan)
Taghdob… (Berkacak pinggang… mimik marah)
Walakal… (Mengulurkan kedua tangan, dengan telapak tangan terbuka… menghadap ke atas. Dengan menempelkan kedua kelingking)
Jannah… (Pisahkan dua telapak tangan perlahan melebar )
++Begitu pula dengan artinya…
Keterangan:::
1. Gerakan-gerakan ini… dapat kita buat sendiri
2. Satu gerakan… untuk satu kata (Misalnya: Kata Allaah gerakannya Tangan kanan menunjuk ke atas. Maka… Dalam hafalan apapun… jika ada kata Allaah… Gunakan gerakan yang sama)
3. Jika perlu… gunakan suara… (Misalnya: Dalam hafalan nama Malaikat… Isrofil… Meniup sangkakala… Buatlah gerakannya… Dan bunyikan)
4. Sedikit kelucuan pada gerakan… akan membuat semakin mudah diingat
Itulah sedikit ilmu yang dapat dibagi… Semoga kita semua menjadi para dewasa yang dihias Allaah dengan keindahan ilmu. Sehingga dapat menjadi para dewasa yang cerdas dan mencerdaskan… Pula para dewasa yang selamat… pula menyelamatkan USIA DINI. Amiin…
Related posts:
Filed under: Buah Hati, Diary, Keluarga, Pendidikan










June 26th, 2010 at 2:35 pm
hehehehe…jadi kebayang dulu waktu masih ngajar di playgroup…hihihih ^,^