Kawan, setiap pagi aku terbangun.. setelah beberapa menit sebelumnya.. selalu aku rasakan sentuhan lembut di keningku. Sebuah kecupan hangat. Karena aku mengantuk, aku tetap saja lelap. Hingga setiap aku terbangun, kala itu, aku hampir tak pernah menemukannya. Aku tau, setiap kecupan itu adalah tanda cintanya padaku. Namun, aku juga tau, apa yang membuatnya meninggalkanku setiap pagi, adalah satu hal yang kelak, kan buat aku dan dia bahagia. Begitulah.. meskipun aku merindukan pagi dengan satu tatapan mata cintanya. Aku tetap rela dia pergi bersama mentari yang meninggi.
Kala gelap sudah datang dalam cerita sang hari.. aku pun hampir tidak pernah memeluknya. Mungkin karena saat ia pulang keistana kami, aku sudah pergi bersama mimpi. Tapi, aku selalu rasakan kasih sayangnya dalam lelap itu. Aku selalu tau ketika dia menatapku penuh cinta. Kemudian mengusap pipiku dengan selaksa rindu. Sama seperti rinduku.
Kalian tahu tidak, dengan apa dia pergi setiap pagi meninggalkan istana kami. Dia mengendarai si roda dua dengan pedal yang dikayuh oleh kaki. Saat kembali pun dengan cara yang sama. Aku tahu dia lelah. Tapi, setiap kali aku bisa menemukan wajahnya. Aku tak pernah menjumpai lelah di sana. Ia tetap dengan senyumnya. Tatapan penuh cintanya dan hangat pelukannya.
Suatu hari, ia membawa sebuah benda. Dia seringkali terlihat berada di depan benda itu. Tanpa mengajakku bermain. Diketuk-ketuknya benda itu dengan pelan. Aku rasa, dia ingin mengajakku bermain bersama benda itu. Maka aku mendekati keduanya. Dia menatapku, seakan bertanya, kamu mau apa. Pelan-pelan, aku mulai mendekatkan jari-jariku ke benda itu dan mulai mengetuk-ngetuknya. Dia memekik tertahan, kemudian membawa lari benda itu. Hmm.. aku berpikir.. ini satu lagi permainan baru. Mengejar mereka. Dan akupun mengikuti kemanapu mereka pergi. Hingga wanita suci, malaikatku, mengangkatku tuk jauhi keduanya. Sedangkan aku masih ingin bermain. Mungkiin wajahku terlihat jelek waktu itu. Karena aku menangis sejadi-jadinya. Hihi (ga boleh protes)
Kawan, pernahkah kau ditidurkan dengan sebuah senandung..?? Sini.. mari kesini.. aku ceritakan tentang satu senandung yang seringkali menyelimuti tidurku dengan syahdu. Senandung itu seperti suara dari langit. Layaknya udara.. Ia membelai kulitku, Sejuk. Seperti hujan.. Ia membasahi hatiku, segar. Senandung itu, terdengar seperti sebuah harmoni dari surga, yang menenangkan setiap sudut jiwaku. Aku terpejam.. pelan-pelan.. hingga senandung itu menelusup halus, mengiringi aliran darahku. Berdenyut bersama nadiku. Dan berdetak, senada dengan jantungku. Pernahkah, kau dengar senandung itu sebelum kau tidur..?? Aaaah.. beruntungnya aku. Senandung itu dilantunkan oleh dua insan yang hidup bersamaku diistana kami.
Setiap kali ada waktu, kami pergi bertamasya. Kemanakah kalian pergi bertamasya kawan..? Mari.. coba dengar lagi.. aku kisahkan tamasya-tamasya kami. Kami mengisi waktu di sebuah bangunan yang selalu terlihat indah. Di dalamnya senantiasa terdengar senandung yang sama dengan pengiring tidurku. Kami duduk-duduk di atas kain yang terhampar panjang. Kami menikmati perjalanan dalam sujud-sujud. Dan bermain layang-layang do’a yang terus kami ulur ke langit. Tamasya kami, tamasya ruhani. Aaaaah.. beruntungnya aku.
Aku Kaf-kaf.. salah satu dari sekian banyak anak-anak yang sungguh beruntung. Hidup bersama abi dan ummi-ku. Di istana kami nan mungil. Mohon do’akan kami, jadi keluarga yang Rabbaniy.. yang sakinah.. dalam keabadian cinta.. sampai ke surga. Amiin..
*Bersama hadiah pena ini.. Teriring berlembar-lembar do’a.. dari amah di tempat nan jauh.
- Facebook dan Cinta Lingkungan Hidup
- Kau Kuat, Cinta
- Aku Suka Cara Allaah Men-Cinta
- Demi Cinta Pada Gaza
- Menulis dengan ‘SANGAT’ cinta
- Cinta Islam and Love Dandelion
- Atas Nama Cinta
Related posts:










ponakanq dia klw ngambek begini
tp aq tetap …
Budi> pengen senyum.. tapi sekaligus sedih.. ga bisa masukin emoticonnya..