Pernah membaca sebuah buku. Judulnya ‘Setengah Isi Setengah Kosong’. Di covernya tu, kalau ga salah, ada gambar sebuah gelas berisi air yang banyaknya hanya separuh badan gelas. Sehingga bagian atasnya tidak berisi. Nah, setengahnya memang berisi. Tapi setengahnya lagi tentu saja kosong. Jelas ya. Kosong, berarti ga ada isinya. Asal jangan sebut, yang kosong itu berisi ‘udara’. Meskipun itu benar. Tapi, aku tidak menerima jawaban itu. Haha.
Jika akan menghitung isi dari bangun berbentuk balok. Maka rumusnya ‘panjang x lebar x tinggi’ ia mengambil nilai dengan seluruh sisi bangun. Sehingga hasilnya menjadi meter kubik. Lalu apa hubungannya dengan kata ‘kosong’..? Ooo.. ada ga ya..? hehee
Kemarin buat tebak-tebakan,
Gelas kosong, itu tiada isi
Tong kosong, itu tiada isi
Kertas kosong, itu tiada isi
Cek kosong, itu tiada isi
Rumah kosong, itu tiada isi
…
Ada satu yang berbeda
Apakah itu.. Yang KOSONG tapi BERISI..??
Ialah, orang yang melakukan, ‘apa yang telah diperintahkan kepada orang-orang sebelum mereka’. Ialah puasa.
Orang berpuasa, berarti ia menjadi kosong, dari makanan, minuman dan segala sesuatu yang memenuhi perutnya. Ia pula berusaha menetralisir nafsunya dari apa yang biasa ia masukkan ke dalam dirinya. Dikosongkannya nafsunya dari ketamakan, kesombongan, keinginan-keinginan bermaksiat. Telinganya pula berusaha di’sunyikan’ dari berbagai macam suara yang menjadikannya lupa dengan kebaikan. Dari pikirannya pula, dihilangkan semua bentuk kedustaan, keburukan Itulah, mengapa, Orang berpuasa, disebut KOSONG.
Lalu.. dengan kebalikan dari semuanya itu. Orang berpuasa yang mengosongkan perutnya, tak membiarkan jiwanya kosong. Ia banyak berdzikir, lebih dari biasanya. Ia mengisi hari-harinya dengan lebih banyak kebaikan. Seiring dengan nafsunya yang lebih terkendali, waktu pun bergulir tenang bagi mereka yang berpuasa. Sehingga, selama ini memperhatikan atau tidak, ketika berpuasa, kita lebih mampu membaca ayat-ayat Allaah dalam gerak semesta. Kebanyakan berhasil mengambil pelajaran dan memikirkan apa yang telah sibacanya itu. Itulah mengapa, siapa yang berpuasa (mengosongkan diri), sebenarnya ia BERISI.
Puasa adalah ibadah, yang ‘perbuatannya’ tak terlihat. Anggap saja itu bagian KOSONG-nya. Namun, nilainya adalah luar biasa. Karena puasa disupervisi langsung oleh Allaah. Allaah yang mengetahui kesungguhan dan kejujuran orang-orang yang berpuasa. Maka, anggaplah itu bagian dari BERISI-nya orang yang berpuasa.
Jadi, yang KOSONG tapi BERISI itu.. adalah Orang-Orang Yang Berpuasa.
Wallaahua’lam
Related posts:






