Merayakan Cinta

Seperti yang selalu dan sering diucapkan di mana-mana. “Semua akan indah pada waktunya.” Memang begitulah yang terjadi. Dengan mencoba meraba, bagaimana perasaan saudara-saudara kita yang mendapat kepastian akan segera mengikat janji dengan sang belahan jiwa. Aku coba ungkap sedikit.. J

Mungkin.. mereka seperti kapal.. yang meluncur cepat. Karena ingin bersegera berlabuh pada sebuah pulau bernama ’cinta’. Mungkin.. mereka seperti benih dandelion yang melayang pergi meninggalkan ibunya dan tak sabar untuk menyentuh bagian lain dari bumi. Mungkin.. seperti orang yang tak sabar untuk bersedekah.. Memberi dan Menerima Cinta . Mungkin.. mereka seperti.. itulah.. (Yang lain.. biar kuungkapkan nanti saja) Ntar tidak indah lagi dong.. hehe

Menghadiri berpuluh-puluh pernikahan saudara-saudaraku. Kebanyakan sudah paham tentang cinta dan pernikahan yang sebenarnya. Bahkan mereka adalah saudara-saudara yang tidak pernah terlibat dalam Kejahilan Cinta. Memperhatikan hari pernikahan mereka. Ada yang ramai.. bahkan terlalu ramai dengan hingar bingar musik yang memekakkan telinga. Bersama rock, dangdut dan teman-temannya. Ada pula yang mengundang sebuah tim nasyid. Yang dengannya berusaha mensyahdukan suasana dengan tembang-tembang islami. Toh keduanya, dengan musik-musik itu, cukup mengacaukan aura ke-sakralan sebuah pernikahan.

Pernah aku hadir di sebuah pesta pernikahan yang luar biasa. Belum pernah kutemukan sebelum dan sesudah itu. Pestanya hanya berlangsung di sebuah halaman yang tidak terlalu luas. Dengan hiasan-hiasan sederhana. Namun, begitu memasuki ruang tamu, tempat kami akan menikmati hidangan. Ada satu syahdu yang terasa. Alunan nasyid mengalun dari sebuah tape dengan ukuran sedang. Suaranya hanya sayup-sayup terdengar. Bahkan hampir tidak jelas nasyid apa. Nada-nadanya cukup menghaluskan tepian hati dan suasana itu, cukup menggetarkan. Ada lantunan dzikir yang terus merenda tasbih dalam ruang hati. Sambil menikmati makanan, kami pun disuguhi senyuman lembut mempelainya. Subhaanallaah. Mungkin tulisan ini tak mampu secara identik menggambarkan ‘magis’-nya. Bukan ceria lagu, bukan nikmatnya menu, bukan pula warna-warni bunga di pelaminan yang ingin ku ungkapkan. Tapi.. ‘sesuatu’ yang menyentuh ruang pemaknaanku. Baru kali itu.. aku pulang dengan haru. (Berlembar-lembar do’a tentang pernikahan terindah, aku lantunkan) Sungguh, itu pesta pernikahan yang indah. (Baarakallaahulakuma wabaraka’alaykuma wajama’a baynakuma fi khair) :’)

Terakhir yang kemarin. Dan baru kusadari ada hal yang seharusnya kurang pantas dilakukan oleh raja dan ratu sehari di pesta pernikahan mereka, setelah membaca sebuah status seorang saudariku di FB.. Begini bunyinya..

”Hari ini menghadiri beberapa pernikahan.. satu
diantara pesta bikin aku ingat pesan mamak-q waktu aku mau nikah dulu: “Di pelaminan besok jangan banyak bicara ama suami.. hormati tamu. Duduk & senyum aja, lebih enak dipandang tamu, jadi ratu sehari. Awas bawa HP! Ngobrol sama suami dibelakang layar aja…”. Dan hari ini aku tau, apa
arti kata2 mamak-q tentang menghormati tamu’.. aku muyak liat pengantin yang sibuk sendiri..!!”

Dan kuselipkan sebuah senyuman pada kolom komentarnya.

Mungkin lagi nih.. bisa dimaklumi, keduanya adalah dua anak muda yang tengah bahagia-bahagianya. Menikmati masa-masa telah dihalalkannya bercanda ria dengan sang . Tapi, pesan dari ibu saudari pembuat status di atas sungguh sebuah pesan yang pantas diperhatikan dan diingat. Setidaknya sebagai cermin. Sehingga tak perlu menjadi pembicaraan orang lain di luar sana. Kalaupun ada yang dibicarakan oleh orang lain, adalah aura kebaikan cerita dan keindahan rasa dari pesta pernikahan itu. Karena semuanya akan berimbas pada keluarga dan mungkin yang lain-lainnya.

Hmm.. membicarakan pernikahan.. seperti makan manisan pala.. manis-manis sepet.. hehe

  • Share/Bookmark

Related posts:

  1. Cinta yang Direbut
  2. Gelisahmu.. Menggelisahkannya..
  3. Atas Nama Cinta
  4. Keluarga Rasa Cinta
  5. Kau Kuat, Cinta

4 Responses to “Merayakan Cinta”

  1. muyak apa ngiri sih hihi

    yg jelas merayakan “alexa rank” blog ini yg sdh tembus dari 24 jutaan menuju pelaminan ratusan Alexa Rank PutriGobel.com
    selamet ..selamet ya

    keep article update n enjoy 4 sharing u r love

  2. Teman yang ngomong gitu sih udah nikah pak guru.. Jadi, kayaknya memang muyak beneran.. hehe..

    Alhamdulillaah..
    Makasih pak guru..

  3. hehehehehe….nyengir2 aja dah

  4. Adit> Jiahaha.. keseringan nyengir mah si Adit.. (afwan nih ga teliti banget, ada komennya) ^^

Leave a Reply

Welcome...Pena Hati Putri Gobel

Log in

Lost your password?

Register For This Site