Tigabelas Ramadhan
Wah.. wah.. wah.. tigabelas..?? Hiiiiiiiiiiiiiyyy.. hehe.
Apa yang terpikirkan..? Sebaiknya tak usah berpikir. (Haa?? Ga usah berpikir..??) Ya iyalaaaaah. Kan kalau tidak bisa berkata baik, maka diam. Jadi, kalau tidak bisa berpikir positif, maka tak usah berpikir. Hehe.
Soalnya, tigabelas tu angka yang ditakuti oleh para pesimis. Di hindari oleh para pengeluh. Di jauhi para penganut negativisme. (aliran baru) ^_^ Mereka ini, orang-orang yang jika mendengar di angka ’tigabelas’, maka mereka hanya berpikir tentang kesialan. Na’udzubillaah.. hati-hati kawan. Hal ini merusak aqidah. Menyimpangkan keyakinan kita kepada Allaah.
Kita semua tahu kan kawan, betapa Allaah sayangnya kepada kita. Tidak akan Allaah ciptakan sesuatu yang kemudian diilhamkan-Nya kepada manusia, kecuali hal itu adalah untuk kebaikan kita. Termasuk si angka tigabelas ini kawan.
Betapa banyak mereka yang lahir di tanggal ’tigabelas’. Mereka yang dikirimkan Allaah kedunia, sebagai anugrah bagi keluarganya masing-masing. Keberuntungan bisa dilahirkan dan menjadi terpilih di antara jutaan saingan yang lain. Kemudian telah ditetapkan jodoh, rizki, dan kematiannya. Beruntung.. beruntung.. sungguh beruntung mereka diberi Allaah kesempatan untuk hidup di dunia. Menikmati dinamikanya. Subhaanallaah.. benar-benar beruntung telah lahir di tanggal ’tigabelas’. Sama beruntungnya, dengan mereka yang lahir di tanggal yang lain. ^_^
Ada lagi 4,38 juta orang beruntung yang karena keberadaan angka ’tigabelas’ ini. Mereka hidup dekat dengan kita. Lekat dengan kehidupan kita bernegara, berpendidikan dan bermasyarakat. Mereka mungkin tetangga kita, saudara kita, teman kita, keluarga kita. Yang seringkali bisa tersenyum lebih lebar dari biasanya, kala si ’tigabelas’ menghampiri mereka. Mereka adalah para PNS. Ingat tidak dengan gaji ke-’tigabelas’..?? hehe. Satu keberuntungkan khusus, bagi para PNS. Beruntung.. beruntung.. sungguh beruntung mereka diberi Allaah nikmat untuk menerima rizki lebih dari hitungan orang lain yang cuma duabelas bulan. Subhaanallaah.. benar-benar beruntung. ^_^
Lalu, hari ini, keberuntungan bagi seluruh manusia di dunia, yang masih menghirup udara dunia, jantung yang masih berdetak, nadi berdenyut, darah yang terus mengalir, masih diberi hidup. Beruntung.. beruntung.. sungguh beruntung. ^_^
Pun di ramadhan ke-’tigabelas ini’ telah beruntung mendapat sebuah bingkisan cantik dari ibu-ibu komite sekolah. Setelah malamnya, merasakan beruntungnya sahur dengan mie, karena sudah lama tidak makan mie, dan sehari sebelumnya ingin sekali sahur atau berbuka dengan mie instan. Hehe.
Tapiiiiiiiiiiiiii.. STOP bicarakan kesialan atau keberuntungan sehubungan dengan si ’tigabelas’ itu kawan. Karena, si beruntung dan si sial tak kan datang karena kehendak si ’tigabelas. Karena, Allaah-lah Yang Menetapkan Kebaikan dan Keburukan,
Allah ta’ala berfirman:
“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya Ketahuilah sesungguhnya kesialan itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al A’raaf: 131)
Imam Ahmad meriwayatkan hadits shahih dari Ibnu ‘Amr, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,
“Barang siapa yang mengurungkan kepentingannya karena thiyaarah (beranggapan sial), maka dia telah berbuat syirik”. Para sahabat bertanya, “Lalu apakah sebagai tebusannya?” beliau menjawab, “Hendaknya dia mengucapkan “Allaahumma laa khaira illaa khairuka wa laa thairaa illaa thayruka walaa ilaaha ghairuka. (“Ya Allah tiada kebaikan kecuali kebaikan dari engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari engkau, dan tiada sesembahan yang hak disembah selain engkau”)
Related posts:






