Dari Seorang Shahabat dan Saudari
Fiani ini, hanyalah setitik fana pada lingkaran semesta
Allaah tetapkannya menjadi seorang manusia
Yang dikatakan makhluk mulia
Dengan sebaik-baik bentuknya
Dilengkapkan oleh Allaah penciptaannya
Namun, kadang dilumpuhkan oleh malas dan teman-temannya
Diberi ia, dua mata
Yang kadang menjadi buta
Tak pandai menilai yang disuguhkan buku semesta
Hingga terlepas makna demi makna
Diberi ia, dua telingan
Yang seringkali tuli
Tak pandai dan sabar mendengar keluh kesah saudaranya
Hingga tak kuasa memberi solusi istimewa
Diberi ia, dua tangan
Yang sesekali diam tanpa karya
Tak pandai membahagiakan dengan uluran bantuannya
Hanya tangan, yang biasa
Diberi ia, dua kaki
Yang beberapa kali salah arah
Tak cantik membawa perannya membawa diri menjalani hidupnya
Hingga kaki ini lelah
Diberi ia, satu mulut
Yang sering bisu tanpa daya
Tak kuasa hentikan mungkar di dekatnya
Kadang pula, ia banyak bicara
Tak cantik bermain kata
Hingga timbul lara yang tak terlupa
Diberi ia, satu hati
Yang dinodainya sendiri
Tak cerdas mengelola rasa
Hingga penuh dengan irama mendunia
Hanya seorang saudari, yang berusaha pelan-pelan jadi shalihah.. Biidznillaah.. Insyaa Allaah
Terus belajar.. terus berusaha.. terus mencoba.. tuk capai keindahannya
Taqabbalallaahu minna wa minkum
Sekerat waktu akan hilang
Sia-sia tuk panggilnya pulang
Bila salah pernah terulang
Mohon dimaafkan ya shahabat, ukhti, akhi, kang, bang.. semuanya..
SELAMAT IDUL FITRI 1431 H
Semoga tergapai ketaqwaan.. Sehingga pantas meraih kemenangan.. Amiin yaa Rabb
Related posts:







hhmm…cukup mengkuliti diri…terima kasih atas puisinya ^_^ salam kenal
Tendi> sesekali kita perlu menguliti diri.. mungkin lapisan terluar kita adalah topeng..
dengan begitu, kita bisa tau, hal buruk apa yang ada dalam diri kita. Sehingga kita bisa memperbaikinya..
Thanks for visit.
wow, blogmu keren bgt sobat,
slm knl ya
Penghuni60> Thanks sob..
Salam semangat..
Makasih dah berkunjung..