Kakak Dira, dulu sekolah di Al Auliya juga. Sewaktu Dira kelas A, kakak Dira kelas B. Dira kala itu belum mandiri. Sesekali menangis bila diantar ibunya. “Dira mau pulang, sama mama.” Rengeknya dengan bunyi yang belum jelas, namun bisa sedikit kumengerti. Nyatanya, bila ibunya sudah pergi. Dira hanya menangis sebentar. Kemudian asik bermain dan terlibat aktif dalam semua kegiatan. Bila bel tanda pulang berbunyi, maka akan aku temukan wajah kakak Dira di depan pintu kelas kami. Ia sudah membawakan sepatu Dira dan menunjukkan sepatu yang dibawanya. Dira pun melambaikan tangan pada kakaknya. Rutinitas yang berlangsung hampir setiap hari. Hingga Dira benar-benar mandiri. Sehingga, tidak lagi ada kakak yang menjemputnya ke kelas.
Kemampuan berbicara yang belum sempurna, tidak mengurangi kepercayaan diri gadis kecil ini. Ia selalu berani tampil ke depan, untuk bernyanyi, hafalan atau melakukan apa saja yang membuatnya harus beraksi di depan teman-temannya. Dira pula akan dengan bersemangat dan tegas serta disiplin ketika mendapat tugas untuk menjadi pemimpin di kelas.
Suatu hari, kami akan bermain tentang suku kata. Bu guru membagikan lembaran-lembaran majalah bekas. Masing-masing teman kecil mendapatkan satu lembar. Tugas mereka, adalah mencoba menemukan kemudian melingkari suku kata ‘pa-‘ dan ‘da-‘, di antara artikel-artikel pada lembaran yang mereka dapat. Mereka mulai mengambil pensil dari keranjang perlengkapannya masing-masing.
Tangan-tangan kecil itu mulai menelusuri tulisan-tulisan kecil di lembar-lembar bekas itu. Beberapa sudah mulai melingkari dan beberapa menit kemudian sudah berdiri menghampiri bu guru. “Bu, sudah selesai.”, kata mereka. Sedangkan, baru melingkari dua atau tiga suku kata yang dimaksud. Bahkan ada yang melingkari suku kata yang memang mirip, tapi beda. Lima belas menit saja, semua sudah merasa jenuh dengan tugas ‘berat’ itu. Bu guru akui, rentang konsentrasi yang tidak terlalu panjang, akan menyulitkan mereka dalam mencari di antara tulisan-tulisan yang sedemikian kecil.
Bu guru mulai menghitung suku kata yang telah dilingkari. Meski tidak dijanjikan sebelumnya. Namun, aka nada hadiah bagi teman kecil yang mampu menemukan suku kata terbanyak. Ada yang belasan, dua puluhan. Hmm.. hebat juga. ^___^ Tapi, menemukan satu yang istimewa, 36 suku kata. Eh..? ada yang luar biasa. Dia menemukan 48 suku kata. Wow.. Subhaanallaah. Tunggu duluuu… Satu yang mencengangkan. Dira menemukan 78 suku kata.
Aaaaaaa.. Subhaanallaah, kereeeeen nian.
Related posts:






