Yang selalu paling mudah dituliskan, adalah hal-hal yang kita alami kawan. Tulisan yang berisi pengalaman, biasanya mengalir bersama rasa. Ia bergulung bersama gelombang adrenalin yang membahana. Terutama, jika kita mengalami hingga merasakan sesuatu yang ’sangat’. Sangat sedih, sangat gembira, sangat bersemangat sangat l
ucu dan lebih banyak ’sangat’ lain yang bisa kita rasakan dalam kehidupan ini. Termasuk kata ‘sangaaaat cinta’. (hehe)
Aku coba ceritakan satu hal kawan. Satu episode dalam hidupku, hanya satu setengah jam. Namun mampu menghadirkan rasa syukur yang sangat atas tempatku berdiri saat ini.
Sepekan ini, waktunya mid semester. Kebingungan, panik bin kalang kabut tidak karuan. Karena, aku jarang datang kuliah. Hehe. Bandel. (Aku punya alasan untuk itu) *Tapi jangan dimaklumi..
Mulailah aku telpon sana-telpon sini. Menanyakan catatan kepada teman seangkatan. Ternyata kawan.. kebanyakan tidak memilikinya. Karena hampir semua dosen, datang cuma ngobrol dan memberi lembaran-lembaran fotocopy. Hehe. Sempat lega, yang hadirpun sama tidak siapnya denganku.
Maka masuklah di hari-hari mid semester itu. Satu demi satu mata kuliah terlampaui dengan mudah. Pena-ku mengalir lancar. Hingga tiba satu hari, dimana pertanyaan ujian mata kuliah tersebut, sangat tidak biasa.
”Tuliskan materi apa yang anda presentasi-kan dalam mata kuliah ini.”
Ooowww.. andai kau tau kawan. Bagaimana aku mencari materi presentasi itu. Saat membuat materi presentasi itu, aku banyak searching dari box search mbah Google tu. (saking cinta sama mbah google.. pake masukkan dia di artikel ini)
Puyenglah kawan, karena belum kubaca semua hasil search itu. Di tengah pusing bin puyengku sambil lirik-lirik teman-teman, yang sedang membuka materi presentasi mereka untuk mengisi lembar ujiannya. Hehe. Kata dosen memang boleh openbook. Tapi, waktu diinformasikan hal itu, aku tidak memperhatikan. Jadi, materi presentasiku tidak kubawa. Huwaaaaaaaaaaa… ingin menangis. Tapi rasa malu..
Beberapa menit kemudian sudah agak tenang. Teringat kata-kata dosen, saat membagikan kertas soal. ”Minimal isinya satu setengah halaman. ”
Bismillaah.. Mulailah aku menggoreskan bolpoinku. Mengalirlah dengan segenap rasaku. Tetesan ilmu yang kudapat dari cerita di hari-hari pelangiku. Gumpalan hikmah yang kubentuk dengan cinta di ruang kelas kepompongku. Buah-buah manis dari kegembiraan dan keceriaan murid-muridku.
Hmm.. Tau tidak apa yang kutuliskan kawan.. teori yang disarikan dari 9 tahun pengalamanku mengajar. Semuanya, berhubungan dengan materi yang kudapatkan untuk kupresentasikan. Dan hasilnya.. hampir tiga halaman. Bersyukur.. sangat bersyukur atas setiap detik di kesembilan tahun itu. Dan aku.. selesai lebih dulu. Makin cinta aku dengan dunia ‘ini’.. ^_^
Banyak hal akan terus kita temukan dalam kehidupan ini. Suka atau tidak, kejutan adalah bagian dari perjalanannya. Tidak kita suka, ia tetap datang. Disukapun dia datang juga. That is what we call.. Destiny. Than.. be ready guys. Be ready.. cinta
Related posts:







pertamaxx lg
setelah adrenalin (zat spirit) bergulung…
maka endorfin (zat nikmat) pun memuncak
mereka yg memiliki bakat dan mencintai pekerjaannya akan mendapatkan sinergi adrenalin dan endorfin yg abadi
Alhamdulillaah.. jadi pelajaran juga.. mesti rajin kuliah..
Posting yang bagus, walaupun diawal tulisan aku sulit memahami maksud tulisan ini, tapi setelah selesai membacanya aku jadi paham…
oya promosi kan juga di http://indonesiabookmark.com tulisannya ya…
terimakasih
apri junaidi
http://aprijunaidi.com
hehe.. syukurlah jika bisa dipahami..
indonesiabookmark.com.. ok makasih udah mengunjungi blog saya. Juga atas infonya..
Masih perlu bimbingan..
fiani mah mestinya jadi dosen aja kaliii
udah ngelotok sembilantahun jadi bu guru yang luber-cinta ^^
Kak Galuh> Ide pentingnya.. Dengan jadi guru.. aku cuma bisa membahagiakan 20-30 murid pertahun.. kalau jadi dosen.. aku bisa buat calon guru.. yang kan menjadi guru.. yang membawa bahagia bagi ratusaaaaaaan muridnya.. hmm..
AMiiiiiiiiiin yaa Rabbal’aalamiiiiiiin..
^_____________________^
Makasih kaaaaaaaaakkk..