Kepada adikku.. yang di lisannya mengaku islam dan hatinya meneguh islam..
Di bumi Allaah yang indah..
Aku tau kau akan atau sudah merasakan itu. Di mana jiwamu mulai menikmati indahnya mengasihi. Mengikuti gelora hati yang penuh gairah untuk mencintai seseorang dengan lembut dan kasih sayang. Karena memang begitulah yang diungkapkan oleh seorang Abdullah Nashih ‘Ulwan. Itulah yang ditanah Arab mereka menyebutnya al mahabbah. Lalu dari lisan kita, para masyarakat melayu di ucap sebagai cinta.
Aku tau pula adikku. Kita tidak akan sanggup menolak kehadirannya. Bila ia sudah menyentuh dasar hati, maka yang kita temukan adalah nikmat. Nikmat untuk mengagumi seseorang. Mengagumi hal-hal kecil yang dahulu kita anggap biasa saja. Seketika itu, cinta mengubah pandangan. Yang biasa, menjadi di luar kebiasaan. Saat itu pula. Ia memenuhi pikiran dengan nama yang kita cintai. Lisan kita seringkali menyebut, serta hati selalu memanggil. Kekasih.. Kekasih.. Kekasih.
Aku sungguh-sungguh tau adikku. Bila cinta mulai menyertai, ketakutan pun muncul. Kita takut kehilangan, khawatir berbuat kesalahan, salah tingkah di hadapannya. Serba salah, meskipun benar. Banyak mengatur penampilan, selalu menata ucapan. Layaknya kita bukanlah kita. Di waktu itu pula, harapan kita hanya padanya. Makan tak enak kala sendiri. Belajar kurang semangat bila tak ditemani. Seakan hidup tak berarti tanpa keberadaannya. Mmm.. duhai adikku.. Pada satu batas tertentu, cinta kan memaksamu memberi, lebih dari yang seharusnya. Cinta itu memanfaatkan ‘ketidaksadaranmu’.
Bila kau berkata.. “Mengapa, rasa seindah cinta dianggap ketidaksadaran.”
Adikku.. Cinta yang sedang kau jalani adalah cinta yang tak akan berkesudahan dalam menelantarkan hatimu. Ia bisa memaksa kita berubah tanpa peduli dengan diri kita yang sebenarnya, kita rela. Lalu ia bosan dengan perubahan kita dan memaksa kembali berubah menjadi yang lain. Jika kita menolak, ia berkata, “Kita sudah tidak cocok.” Hati pun, ditinggalkan dalam sakit. Ia meminta kita berkorban besar tanpa memperhatikan kehormatan, kita rela. Bila kita memberikan, lalu ia menghilang dan berkata, “Kita memang menginginkannya.” Saat kita menolak, iapun berucap, “Kau tidak menyayangiku.” kemudian Cinta juga lari. Meninggalkan hati yang terluka.
Aku sangat tau adikku.. Cinta di atas itu, cinta berkalang nafsu.
Ketika kepahaman hanya menghadirkan kesadaran atas jasa-jasa dari yang kita cinta. Ditraktirin, ditolongin, dimanjain, disayangin.. dan di.. di.. di.. yang lainnya. Maka ketergantungan itu berlanjut dengan rindu.
Aaah.. semoga hati dan jiwamu tak terlalu sakit. Retak, patah atau remuk. Kala itu semua berakhir.
Setelah ‘bercinta’ di ranah yang telah aku tau itu.
Mari kita menengok ke belakang adikku. Tentang cinta yang lain.
Cinta yang membuat Bilal menyebut Allaah, dalam kondisi telentang beralas pasir panas dan ditindih batu. Hatinya tidak retak meskipun kulitnya terus terbakar matahari. Ia kuat menanggungnya demi mereguk iman dan betapa cintanya telah meninggi, membawa jiwanya melayang hingga sakit di raga tiada terasa.
Cinta itu pula yang menguatkan Abu Bakar dalam menahan sakit, demi memangku Rasuulullaah yang sedang tidur. Entah binatang apa yang menggigitnya lalu ia menahan jeritannya hingga air matanya menitik. Ia rela menahan pedihnya. Pedih yang tak mendatangkan sakit hati. Karena ia sedang berada pada tahap di puncak cinta.
Lalu, si pemuda Handzalah, pengantin baru sehari yang berjihad sebelum sempat mandi bersih, kemudian syahid dan para sahabat menjadi saksi saat jasadnya dimandikan malaikat. Ia bangun dari sisi istrinya demi menyambut seruan jihad. Remukkah hatinya..? Nyatanya, ia pergi dengan senyuman menemui Rabb-nya.
Ingatlah bila semua sahabat kala itu betapa sangat mencintai Rasuulullaah. Hingga tiba masanya kepergian Rasul. Semua tentu bersedih, kehilangan kekasih. Begitulah para sahabat. Bahkan seorang Abu Bakar dalam keadaan sedih yang sangat. Hingga ia berteriak dengan marah, “Siapa yang mengatakan Muhammad telah meninggal, hadapi aku..!!” Lalu disadarkan oleh kalimat mulia dari Umar bin Khattab, sahabat Rasul lainnya, yang tentunya tak kalah bersedih atas kehilangan tersebut. Namun, bukan rintihan dan ratapan yang diucapkannya. Melainkan derajat cinta yang melangit, “Bagi siapa yang menyembah Muhammad, sesungguhnya dia telah meninggal. Dan bagi siapa yang menyembah Allaah, Dia adalah Maha Hidup.” Dan semua pun merelakan perpisahan hari itu. Tanpa hati yang patah. Karena cinta yang berselimut iman.
Hendaklah kalian mencintai Allah karena Dia memelihara kalian dengan nikmat-nikmat-Nya. Dan cintailah aku demi cintamu kepada Allah. Dan cintailah ahli rumahku demi cintamu kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim dari Ibnu Abbas)
Cinta itu ketaatan. Bila musuh Allaah berperilaku dan segala hal milik mereka, sekalipun ia menarik pada mata kepala dan jiwa dunia, kita tak mengikuti alirannya. Bila tenggelam bersama arusnya, maka itulah serendah2nya cinta. Cinta atas dasar nafsu pula, adalah cinta dalam tingkatan terendah adikku. Seperti awalnya cinta Zulaikha terhadap Yusuf yang tampan rupawan. Cinta semacam ini hanya kan memperparah mudahnya hati menjadi korban kecelakaan. Kecelakaan cinta. Sebuah akibat dari manisnya yang sekedar fatamorgana. Syukurlah kemudian cinta Yusuf dan Zulaikha menjadi cinta yang lurus.
Kembali kutuliskan sebuah lirik lama,
Kasih manusia sering bermusim
Sayang manusia tiada abadi
Kasih Allaah tiada bertepi
Sayang Allaah janji-Nya pasti
Hmm.. Adikku.. perhatikanlah lirik itu. Giliran musim valentine, banyak manusia heboh bicara cinta. Layaknya cinta, cuma seperti pohon duren yang punya masa untuk berbuah. Nunggu berbuah baru bisa makan duren. Nunggu valentine, baru bisa bilang sayang. Pun diucapkan kepada seseorang yang tak dijamin akan hidup selamanya dengan kita. Eman, kata orang Jawa. Sangat sayang, jika kalimat indah itu hanya keluar begitu saja, tanpa jelas tempatnya. Kejadiannya malah aneh. Hari ini valentine, besoknya berantem sebulan lebih. Aheeeem. Tak sedaplah cinta macam itu.
Cinta manusia, akan dibatasi waktu. Diakhiri oleh perpisahan, apakah kematian, perceraian atau yang lainnnya. Ada yang menangis berlama-lama. Ada yang meratap berlarut-larut. Ada yang depresi hingga bunuh diri. Hiiiiiyyy.. Aduhai adikku. Jauhi cinta yang begitu.
Namun………………..
Saat yang lain pergi. Allaah masih menemani. Saat yang lain tak memperhatikan. Allaah terus mengawasi. Ketika yang lain tak sanggup memenuhi, Allaah terus melimpahkan rizki. Bila yang lain berdusta, Allaah menepati janji-janji-Nya. Waktu yang lain sibuk, mereka melupakan. Namun, Allaah dalam segala urusan-Nya mengatur semesta, selalu mengingat kita.
Adikku.. Perhatikan, jika kau mencintai dan dicintai oleh seseorang, belum tentu keluarganya akan ikut mencintaimu. Belum tentu teman-temannya akan meneladani cintanya kepadamu. Sedangkan cinta Allaah akan menimbulkan sebuah efek domino yang luar biasa.
Jika Allaah mencintai hamba-Nya, IA memanggil Jibril, lalu dikatakan kepadanya : “Sesungguhnya Allaah mencintai si fulan, maka cintailah dia.” Maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril memanggil penduduk (langit lalu berkata), “Sesungguhnya Allaah mencintai si fulan, maka cintailah dia.” Maka penduduk langit pun mencintainya. Setelah itu dia dicintai pula di bumi. (HR. Bukhari dan Muslim)
Cinta kita kepada Allaah, akan mendatangkan cinta-Nya yang membuat semesta pula mencintai kita. Jauhi cinta kepada musuh-Nya. Hentikan mengikuti gaya mereka.
No Valentine, Coz we have Palestine.
Say : Sorry V?a?l?e?n?t?i?n?e?sD?a?y? … I’m a Muslim..!!
Adikku.. Atas nama cinta, menjauhlah dari zina.
Semoga Allaah menunjukkanmu jalan-jalan indah dalam menggapai cinta yang berkah. Aamiin yaa Rabb
Related posts:







bagus bangeeeeeeeeeeeeeeet mb…subhanallah
Jazakillaah khair mbak..
Semoga menyadarkan adik2 remaja yang membaca..
Assalamualaikum warahmah..
eL hadir, mau bilang LUAR BIASA, super banget tulisannya ^^b
Inspiratif
Wa’alaykumsalam warahmatullaah wabarakaatuh.
Yaaah.. itu ga niat lebay kan El..?? Hehee..
Makasih yaa.. ^^
tulisanmu senantiasa keren dik
moga banyak yg tercerahkan
Waaah.. ada tamu lagi.. Maaf, klamaan membalasnya.
Masih kalah keren mah dengan tulisannya Kang Achoey.. ^^